Driver Online yang Curang Akan di Depak Go-Jek

Driver online curang kembali mencoreng citra layanan transportasi online di Indonesia. Tujuh driver online di Makassar, Sulawesi Selatan, memanfaatkan aplikasi palsu dan terbukti menggunakan illegal access system electronic atau aplikasi Fake GPS.

Mereka diringkus polisi setempat karena menggunakan aplikasi tambahan untuk mengantar ‘tuyul’ alias penumpang fiktif. Pengemudi seolah-olah sedang mengantar penumpang, padahal mereka sedang berada di rumah. Menanggapi hal tersebut, Go-Jek mengatakan memiliki kode etik yang mengatur tala kelola pelayanan mitra driver. Bila ada mitra driver yang terbukti melakukan pelanggaran atau kecurangan, perusahaan ride-sharing itu menegaskan akan mendepaknya.

Berita Kriminal

Sebelumnya, media sosial diramaikan dengan kisah para sopir ojek online yang menjadi korban penipuan order fiktif makanan. Beberapa foto yang beredar di media sosial memperlihatkan wajah sopir ojek online yang tertunduk lesu setelah mengetahui kalau order makanan yang diantarnya palsu. Menanggapi kejadian yang viral dan menghebohkan warganet tersebut, manajemen Go-Jek mengimbau kepada masyarat agar tak membuat order fiktif yang berdampak merugikan.

Terkait order fiktif di Makassar, tujuh driver curang ditangkap di sebuah rumah kos di Jalan Toddopuli, Kecamatan Panakkukang, Makassar. Mereka adalah IGA (31), AQM (25), RJ (25), HR (21), KFP (24), TR (24), dan TB (25). Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, ketujuh pemuda itu menggunakan aplikasi fiktif untuk mencapai target harian. Aplikasi itu dapat digunakan untuk merekayasa penumpang fiktif.

Tak hanya menggunakan penumpang fiktif, ketujuh pengemudi transportasi online itu juga memanipulasi pendeteksi lokasi agar tak diketahui perusahaan Grab. Dalam sehari, kata Dicky, setiap pelaku biasanya memanipulasi 15 pesanan penumpang fiktif agar mencapai target yang dibebankan oleh Grab. Dicky mengungkapkan, ketujuh pelaku belajar modus operandi ini secara autodidak dari internet sejak awal Januari 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *