RI Kekurangan Infrastruktur, Ini Datanya

Pemerintah tengah gencar membangun infrastruktur. Alasannya selain agar mampu menopang perekonomian, tapi juga stok infrastruktur Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB).

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro menjelaskan stok infrastruktur terhadap PDB Indonesia terus menurun sejak orde baru dan saat ini hanya sebesar 38% dari PDB.

“Zaman orde baru, itu pernah 49%. Stok infrastruktur hampir separuh dari PDB. Lalu terjadilah krisis, infrastruktur tidak jalan karena ekonomi Indonesia kolaps, pertumbuhan ekonomi mines 13-14%. Sehingga stok infrastruktur terhadap PDB terus turun, pada 2012 tinggal 38% dari PDB,” tuturnya dalam acara PINA Day 2018 di Grand Ballroom Kempinsky, Jakarta, Kamis (18/1/2018).

Sementara, kata Bambang, standar global untuk stok infrastruktur terhadap PDB sebesar 70%. Itu artinya Indonesia stok infrastruktur Indonesia 32% dibawah standar global.

“Itu standar ya, bukan negara maju. Kalau Jepang sudah di atas 100%, atau stok infrastrukturnya sudah di atas PDB-nya, Amerika Serikat 75-76% dari PDB, dan China sudah hampir 80%. Indonesia masih jauh,” imbuhnya.

Memang, kata Bambang, PDB Indonesia masih terus tumbuh yang didorong melalui faktor lain seperti konsumsi maupun ekspor. Namun infrastruktur juga dibutuhkan agar pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“Tanpa infrastruktur pertumbuhan ekonomi tidak terjadi sustainable dan tidak cepat kalau infrastruktur tidak dibenahi,” tambahnya.

Memang, Bambang, menyadari untuk mengejar ketertinggalan dibutuhkan dana yang besar. Pemerintah menghitung kebutuhan pembangunan infrastruktur dari 2015-2019 mencapai Rp 4.769 triliun.

Sementara APBN/APBD hanya sanggup membiayai 41,3% (Rp 1.951,3 triliun), lalu bagian BUMN 22,2% (Rp 2.817,7 triliun), sementara partisipasi swasta diharapkan sebesar 36,5% (Rp 1.751,5 triliun).

Oleh karena itu pemerintah mengeluarkan pembiayaan alternatif dari pihak swasta melalui program Pembiayaan Investasi Non Anggaran (PINA). Diharapkan program tersebut dapat menarik minat peran swasta untuk ikut berperan dalam pembangunan infrastruktur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *