Dalam 3 Tahun, Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi

Harga minyak naik tipis pada penutupan perdagangan Selasa. Meskipun kenaikannya cukup tipis tetapi mampu mendorong harga minyak mentah AS menyentuh level tertinggi sejak Desember 2015. Kenaikan harga minyak mentah ini didorong oleh penurunan produksi dari negara-negara anggota organisasi eksportir minyak (OPEC) dan beberapa negara non-OPEC. Selain itu, kenaikan harga minyak juga karena adanya ekspektasi penurunan persediaan minyak mentah AS.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$ 1,23 atau 2 persen dan menetap di US$ 62,96 per barel setelah menyentuh level tertinggi sejak Desember 2014 di US$ 63,24 per barel.

Related image

Berita Ekonomi

Sedangkan untuk harga minyak mentah Brent yang merupakan patokan global mengakhiri sesi dengan naik US$ 1,04 atau 1,5 persen menjadi US$ 68,82 per barel setelah mencapai titik tertinggi pada sesi tersebut di US$ 69,08 per barel, tertinggi sejak Mei 2015.

Kedua kontrak tersebut mencapai penutupan terkuat sejak Desember 2014. Negara-negara yang tergabung di OPEC dan beberapa negara di luar OPEC seperti Rusia terus menjaga batas pasokan pada 2018. Pembatasan ini merupakan tahun kedua berjalan setelah sebelumnya sukses di 2017.

Dengan adanya pembatasan ini mampu mengurangi pasokan minyak mentah yang terus mengalami tekanan. Saat ini pelaku pasar tengah menunggu laporan jumlah persediaan minyak mentah dari American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Administration (EIA). Diharapkan terjadi penurunan stok dalam laporan yang akan keluar pada pekan ini sehingga terus mendorong kenaikan harga minyak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *